Deskripsi
Pelatihan intensif selama 2 hari untuk mempelajari analisis spasial deskriptif menggunakan software QGIS dalam bidang kesehatan.
Peserta akan memahami bagaimana data kesehatan dapat dianalisis berdasarkan lokasi geografis dan divisualisasikan menjadi informasi yang lebih mudah dipahami, akurat, serta mendukung pengambilan keputusan berbasis data.
Program ini dirancang untuk membantu peserta menguasai dasar Geographic Information System (GIS), mulai dari konsep pemetaan, pengelolaan data spasial, visualisasi peta kesehatan, hingga analisis spasial seperti buffer, raster, dan vector menggunakan QGIS.
Dengan pendekatan praktik langsung, peserta dapat menerapkan analisis spasial untuk kebutuhan penelitian, epidemiologi, maupun program kesehatan masyarakat.
MATERI
- Dasar-dasar Geographic Information System (GIS) dan penerapannya dalam kesehatan
- Konsep analisis spasial dan pemetaan data kesehatan
- Pengolahan serta manajemen data spasial menggunakan QGIS
- Identifikasi pola, persebaran, dan hubungan fenomena kesehatan berbasis lokasi
- Visualisasi data kesehatan melalui teknik pemetaan
- Penggunaan GPS dan aplikasi GPS Essentials untuk pengumpulan data lapangan
- Analisis Buffer, Raster, dan Vector menggunakan QGIS
- Interpretasi hasil analisis spasial untuk penelitian dan pengambilan keputusan kesehatan
NARASUMBER
Yudha Achmad Perlambang, M.Sc
Ihsan Fadhilah
Tim Geospasial Epidemiologi OUCRU Indonesia
WAKTU PELAKSANAAN
11–12 Juli 2026
08.30–14.00 WIB
PERIODE & BIAYA PENDAFTARAN
Presale (Hingga tanggal 8 Juni)
- Member: Rp199.000
- Non-member: Rp219.000
Normal (9 Juni)
- Member: Rp219.000
- Non-member: Rp239.000
MENGAPA IKUT KELAS INI?
Data kesehatan tidak hanya berbicara tentang angka, tetapi juga lokasi dan pola persebarannya. Dengan kemampuan analisis spasial, peneliti dapat melihat bagaimana suatu fenomena kesehatan tersebar, menemukan pola tertentu, serta mendapatkan insight yang sulit terlihat dari tabel data biasa.
Melalui pelatihan QGIS ini, peserta akan belajar mengubah data kesehatan menjadi visualisasi peta yang informatif dan berbasis lokasi, sehingga hasil penelitian menjadi lebih mudah dianalisis, dipahami, dan diaplikasikan dalam pengambilan keputusan kesehatan.
